Redoks

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP)

 

Mata Pelajaran               :     Kimia

Kelas / Semester             :     X /2

Tahun Pelajaran              :     2011 / 2012

Alokasi Waktu               :     2 x 45 menit

Standar Kompetensi      :     Memahami sifat – sifat larutan non elektrolit dan elektrolit serta reaksi oksidasi – oksidasi.

Kompetensi Dasar          :     Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan penerapannya.

Indikator                        :     ●     Membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron, serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi.

                                             ●     Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.

                                             ●     Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks.

Pertemuan  Ke – 1

A.   Tujuan Pembelajaran

       Tujuan kognitif

Setelah melakukan proses pembelajaran diharapkan siswa dapat :

1.    Membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari peningkatan dan penurunan bilangan oksigen.

2.    Membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari pelepasan dan pengikatan elektron.

3.    Membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi.

4.    Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.

5.    Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks.

       Tujuan Afektif

Setelah melakukan proses pembelajaran diharapkan siswa dapat :

  1. Mengajukan pertanyaan
  2. Aktif mendengar
  3. Mengemukakan pendapat
  4. Menjawab pertanyaan
  5. Bekerja sama dalam kelompok

 

B.  Materi Pembelajaran

Konsep Dasar Redoks

       Konsep reaksi redoks mengalami perkembangan dari konsep pengikatan dan pelepasan unsur oksigen, pelepasan dan penangkapan elektron, serta konsep peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi.

  1. Konsep Oksigen

       Kemampuan oksigen bereaksi dengan unsur-unsur lain memunculkan konsep oksidasi. Berdasarkan konsep ini, oksidasi adalah suatu reaksi penggabungan suatu unsur dengan oksigen. Reaksi tersebut diperoleh suatu zat yang disebut oksida. Proses pembentukan oksida memunculkan pengertian atau istilah reaksi oksidasi.

Contoh reaksi oksidasi:

  1. 2Cu(s) + O2(g)    2CuO(s)
  2. 4Fe(s) + 3O2(g)             2Fe2O3(s)

       Proses kebalikan dari reaksi oksidasi atau pembentukan oksida adalah reaksi pelepasan atau pengurangan oksigen dari suatu oksida. Reaksi ini disebut reaksi reduksi.

Contoh reaksi reduksi:

  1. 2KClO3(s)                2KCl(s) + 3O2(g)
  2. 2SO3(g)                  2SO2(g) + O2(g)
  3. Konsep Elektron

       Tidak semua reaksi kimia melibatkan oksigen. Banyak reaksi kimia yang tidak dapat dijelaskan apakah termasuk reaksi redoks atau bukan dengan konsep pengikatan dan pelepasan oksigen.keterebatasan konsep tersebut dapat diperjelas dengan memperluas konsep redoks, yaitu konsep pelepasan dan penerimaan elektron.

       Misalnya, reaksi yang terjadi antara logam tembaga dengan belerang yang dipanaskan membentuk padatan hitam CuS. Jika dilihat secara elektronik (perilaku elektron-elektronnya), reaksi ini identik dengan reaksi antara tembaga dengan oksigen membentuk oksida tembaga (CuO) yang merupakan reaksi oksidasi.

       Berdasarkan pelajaran ikatan kimia dijelaskan bahwa unsur logam tembaga dan unsur belerang nonlogam, jika bereaksi akan membentuk senyawa dengan ikatan ion. Belerang dengan nomor atom 16 memiliki susunan elektron 2, 8, 6. Enam elektron valensi belerang akan menangkap 2 elektron membentuk ion S2-untuk mencapai konfigurasi elektron oktet.

       Pada reaksi Cu dan S, Cu melepaskan 2 elektron terluarnya, seperti reaksi antara Cu dan O. Cu melepas 2 elektron yang ditangkap oleh O. Kedua reaksi tersebut menangkap elektron baik S maupun O. Cu selalu melepas elektron sehingga dapat disusun konsep reaksi redoks. Dalam hal ini, Cu melepas 2 elektron menjadi Cu2+ yang merupakan reaksi oksidasi.

Cu            Cu2+ + 2e

Sebaliknya, reduksi adalah reaksi penangkapan elektron.

O + 2e           O2-                           S + 2e            S2-

       Konsep ini mampu mencakup reaksi-reaksi redoks yang tidak melibatkan oksigen. Konsep ini menunjukkan bahwa reaksi oksidasi dapat terjadi secara serentak dengan reaksi reduksi.

Cu                      Cu2+ + 2e (oksidasi)

S + 2e                 S2-                (reduksi)

Cu + S                CuS          (redoks)

 

Cu                      Cu2+ + 2e (oksidasi)

O + 2e                O2-               (reduksi)

Cu + O               CuO         (redoks)

       Berdasarkan persamaan reaksi di atas bahwa reaksi antara belerang dan tembaga menjadi tembaga(II)sulfida. Tembaga mengalami oksidasi bersamaan dengan belerang yang mengalami reduksi. Zat-zat yang mengalami oksidasi atau melepas elektron dalam reaksi redoks disebut reduktor, sedangkan zat-zat yang mengalami reduksi atau menangkap elektron dalam reaksi redoks disebut oksidator. Cu disebut reduktor atau pereduksi karena menyebabkan zat lain, yaitu S mengalami reduksi. Sebaliknya, S merupakan oksidator karena menyebabkan Cu teroksidasi.

  1. Konsep Bilangan Oksidasi

       Konsep pelepasan dan penangkapan elektron reaksi redoks memperluas konsep pengikatan dan pelepasan oksigenuntuk menjelaskan reaksi-reaksi redoks yang tidak melibatkan oksigen. Konsep tersebut sangat jelas jika diterapkan pada reaksi yang melibatkan pembentukan ion. Pelepasan dan penangkapan elektron kurang dapat digambarkan dengan jelas pada reaksi-reaksi berikut ini.

C(s) + O2(g)             CO2(g)

N2(g) + 3H2(g)              2NH3(g)

Konsep perubahan bilangan oksidasi atau tingkat oksidasi dikemukakan untuk mengatasi hal ini.

       Bilangan oksidasi atau tingkat oksidasi suatu unsur adalah bilangan yang menunjukkan kontribusi atau sumbangan muatan suatu atom unsur pada molekul atau ion yang dibentuknya. Misalnya, senyawa NaCl terbentuk dari ion Na+ dan ion Cl. Bilangan oksidasi unsur natrium adalah +1 dan Cl adalah -1 dalam senyawa NaCl.

       Berikut ini merupakan ketentuan untuk mempermudah penentuan bilangan oksidasi unsur dalam berbagai senyawa yang dibentuknya.

1)        Bilangan oksidasi unsur bebas baik berupa atom-atom atau molekul homoatonik adalah 0 (nol).

Contoh

  1. C, Fe, Cu, Ag, Au sebagai unsur bebas
  2. H2, N2, O2, F2, Cl2, Br2, I2 sebagai molekul homoatomik

2)        Bilangan oksidasi ion monoatomik adalah sama dengan muatannya.

Contoh

  1. Bilangan oksidasi pada ion Li+, Na+, K+, Ag+ adalah +1
  2. Bilangan oksidasi pada ion F, Cl, Br, I adalah -1

3)        Jumlah bilangan oksidasi semua atom unsur yang terdapat dalam sebuah senyawa adalah 0 (nol).

Contoh

  1. Senyawa CuO

Bilangan oksidasi Cu = +2 dan bilangan oksidasi O = -2 maka jumlahnya adalah nol

4)        Jumlah bilangan oksidasi atom-atom unsur dalam sebuah ion poliatomik sama dengan muatan ion poliatomik tersebut.

Contoh

  1. Pada ion OH,bilangan oksidasi O ditambah bilangan oksidasi H = -1, maka bilangan oksidasi O = -2 dan H = +1
  2. Pada ion SO42- , bilangan oksidasi S ditambah 4 kali bilangan oksidasi O = -2

5)        Bilangan oksidasi unsur-unsur logam alkali (IA) dalam berbagai senyawa yang dibentuknya adalah +1.

6)        Bilangan oksidasi unsur-unsur golongan alkali tanah (IIA) dalam semua senyawa yang dibentuknya adalah +2.

7)        Bilangan oksidasi atom hidrogen (H) dalam senyawa adalah +1, kecuali senyawa-senyawa hidrida logam alkali dan alkali tanah.

Contoh

  1. Bilangan oksidasi H dalam senyawa H2O, HCl, HF, H2SO4, HNO3 adalah +1
  2. Bilangan oksidasi H dalam senyawa KH, NaH, MgH2, CaH2 adalah -1

8)        Bilangan oksidasi oksigen dalam senyawanya adalah -2, kecuali dalam senyawa peroksida, superoksida, dan OF2

Contoh

  1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa H2O, CO2, SO2, H2SO4 adalah -2
  2. Bilangan oksidasi O dalam senyawa H2O2, BaO2, Na2O2 adalah -1 (senyawa peroksida)
  3. Bilangan oksidasi O dalam senyawa KO2 adalah –1/2

9)        Bilangan oksidasi unsur-unsur halogen dalam senyawanya adalah -1, kecuali Cl, Br, I dalam senyawa-senyawa oksihalogen memiliki bilangan oksidasi +1, +3, +5, +7.

  1. Bilangan oksidasi F dalam semua senyawanya adalah -1.
  2. Bilangan oksidasi Cl, Br, I dalam semua senyawa yang tidak mengandung oksigen, seperti HCl, HBr, HI adalah -1.
  3. Bilangan oksidasi Cl, Br, I dalam senyawa HClO, HBrO, NaIO adalah +1.
  4. Bilangan oksidasi Cl dalam HClO2 adalah +3.
  5. Bilangan oksidasi Cl, Br, I dalam senyawa NaClO3, NaBrO­3, KIO3 adalah +5.
  6. Bilangan oksidasi Cl dalam HClO4 adalah +7.

C.  Metode Pembelajaran    :

–          Ceramah

–          Pemberian tugas

D.  Langkah – langkah Pembelajaran  :

a.  Kegiatan awal

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi waktu
Guru menciptakan suasana kelas yang religius dengan memberi salam pembuka, berdoa bersama siswa sebelum melakukan pelajaran, serta mengecek kehadiran siswa. Siswa menjawab salam dari guru dan ikut berdoa. 1 menit
Apersepsi : Guru bertanya kepada siswa tentang proses pembentukan karat pada besi. Guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

 

 

3 menit
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan pada pertemuan ini secara komunikatif. Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. 1        menit

 

b.  Kegiatan inti

Nama Kegiatan Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
Eksplorasi Guru memberikan pertanyaan tentang reaksi oksidasi kepada siswa yang ditunjuk.  

5 menit

Elaborasi Guru menjelaskan tentang konsep dasar redoks yang mencakup konsep oksigen, konsep elektron, dan konsep bilangan oksidasi.

Siswa mendalami pemahaman tentang konsep reaksi redoks dan mengerjakan latihan soal tentang penentuan reaksi oksidasi maupun reduksi, penentuan bilangan oksidasi suatu unsur dalam senyawa atau ion poliatomik, dan penentuan oksidator dan reduktor dalam suatu reaksi redoks.

Guru memeriksa/mengontrol apakah siswa telah berhasil mengerjakan latihan soal dengan cara memberi umpan balik terhadap apa yang telah dikerjakan oleh siswa sebagai pengukur tingkat pemahaman siswa.

ssxx

 

 

 

 

 

 

 

 

 

50 menit

Konfirmasi Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.

 

Guru menjawab pertanyaan siswa

 

 

15    menit

 

c. Kegiatan akhir

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang pembelajaran yang telah dilakukan secara komunikatif. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang pembelajaran yang telah dilakukan. 4 menit
Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa. Untuk memperdalam materi Siswa menulis tugas yang diberikan guru untuk pekerjaan rumah. 10 menit
Guru memberitahukan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya secara komunikatif. Siswa mendengarkan dengan seksama.
Guru menutup kelas dengan mengucapkan salam. Siswa menjawab salam dari guru. 1 menit

 

  1. Alat/bahan dan Sumber Belajar  : 

–       Buku – buku kimia kelas X yang relevan.

–       Lembar Kerja Siswa (LKS)

  1. Penilaian
  2. Penilaian Kognitif

Nilai diperoleh dari hasil diskusi dalam memahami materi dan mengerjakan LKS, dan hasil evaluasi masing-masing siswa setelah pembelajaran.

  1. Penilaian Afektif

Nilai didapat dari pengamatan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran berlangsung.

No. Nama Siswa Aspek yang dinilai Jumlah Ket.
1 2 3 4 5
1                
2                
3                
dst                
30                

Keterangan :

1 = Mengajukan pertanyaan

2 = Menjawab pertanyaan

3 = Mengajukan pendapat

4 = Bekerja sama dalam kelompok

5 = Aktif mendengar

 

Nilai afektif   :   –  17-20    = A

                          –  13-16    = B

                          –   9-12     = C

                          –   5-8       = D

Skor                 : –   Amat baik   = 4

                          –   Baik            = 3

                          –   Cukup         = 2

                          –   Kurang        = 1

  1. Evaluasi

Pilihan Ganda

  1. Di antara reaksi berikut ini yang merupakan reaksi redoks adalah …
    1. Fe2O3(s)  +  6H+(aq)                2Fe3+(aq)  + 3H2O(l)
    2. 2CrO42-(aq)  +  2H+(aq)            Cr2O72-(aq) + H2O(l)
    3. SO2(g) + H2O(aq)             2H+(aq) + SO42-(aq)
    4. 2Cu2+(aq) + 4I(aq)               2CuI (aq) + I2(s)
    5. O2(g) + O(g)                O3(g)
    6. Jika suatu unsur menerima elektron maka …
      1. Harga bilangan oksidasinya akan naik
      2. Harga bilangan oksidasinya akan turun
      3. Menghasilkan bilangan oksidasi positif
      4. Unsur tersebut mengalami oksidasi
      5. Reaktifitasnya akan meningkat
      6. Apabila klorin dialirkan ke dalam larutan NaOH panas, terjadi reaksi sesuai dengan persamaan reaksi berikut.

3Cl2(g)  + 6NaOH(aq)                 NaClO3(aq) + 5NaCl(aq)  + 3H2O(l)

Pada reaksi tersebut, bilangan oksidasi klorin berubah dari….

 

  1. 0 menjadi +5
  2. 0 menjadi -1
  3. 0 menjadi +4
  4. 0 menjadi +5 dan -1
  5. +3 menjadi -1 dan +5
  6. Oksidasi ion Fe2+ oleh Cr2O72- dalam suasana asam terjadi menurut reaksi:

 

                aFe2+ + bH+ + cCr2O72-                 dFe3+ + eCr3+ + FH2O

         Koefisien reaksi a, b, c, d, dan e berturut-turut adalah. . . . .

  1. 1,7, 1, 1, dan 2                                                  d.   2, 14, 2, 1, dan 2
  2. 6, 14, 1, 6, dan 2                                               e.   2, 14, 2, 2, dan 2
  3. 2, 7, 1, 1, dan 2
  4. Perhatikan reaksi redoks berikut.

3HgS(s) + 2HNO3(aq) + 6HCl(aq)                3HgCl2(aq) + 3S(s)  + 2NO(g) + 4H2O(aq)

Zat yang merupakan oksidator dan hasil oksidasi dalam reaksi di atas adalah …

  1. HNO3 dan NO                                                  d.   HgS dan S
  2. HNO3 dan S                                                     e.   HNO3 dan HgCl2
  3. HNO3 dan HCL
  4. Pada persamaan reaksi oksidasi reduksi berikut ini,

Mg(s) + 2HCl(aq) → MgCl2(aq) + H2(g)

Yang bertindak sebagai reduktor adalah …

 

  1. Logam magnesium
  2. Asam klorida
  3. Magnesium klorida
  4. Hidrogen
  5. Logam magnesium dan hidrogen

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP)

 

Mata Pelajaran               :     Kimia

Kelas / Semester             :     X /2

Tahun Pelajaran              :     2011 / 2012

Alokasi Waktu               :     2 x 45 menit

Standar Kompetensi      :     Memahami sifat – sifat larutan non elektrolit dan elektrolit serta reaksi oksidasi – oksidasi.

Kompetensi Dasar          :     Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan penerapannya.

Indikator                        :     Melakukan percobaan reaksi oksidasi reduksi.

 

Pertemuan ke – 2

  1. Tujuan Pembelajaran

Tujuan Kognitif

  1. Siswa dapat mengenal beberapa reaksi redoks melalui percobaan.

       Tujuan Afektif

Setelah melakukan proses pembelajaran diharapkan siswa dapat :

  1. Bekerjasama dalam kelompok prektek.
  2. Teliti dalam bekerja.
  3. Bertanggung jawab.
  4. Jujur dalam mengungkapkan hasil percobaan.

Tujuan Psikomotorik

  1. Siswa mampu mengukur larutan menggunakan gelas ukur dengan tepat.
  2. Siswa dapat meneteskan larutan menggunakan pipet dengan tepat.
  3. Siswa dapat memasukkan larutan dalam tabung reaksi dengan benar.
  4. Siswa dapat memasukkan logam dalam tabung reaksi dengan benar.
  5. Siswa dapat mengamati perubahan pada logam dan larutan dengan tepat.
  6. Siswa dapat menjaga kebersihan dan kerapihan laboratorium.
    1. Materi pembelajaran
    2. Reaksi redoks antara logam dengan larutan.
    3. Metode pembelajaran :
      1. Praktikum
      2. Diskusi
      3. Langkah – langkah Pembelajaran  :

b.    Kegiatan awal ( 5 menit )

–          Pretest

c.    Kegiatan inti ( 75 menit )

–          Melakukan percobaan reaksi redoks antara logam dengan larutan.

–          Melakukan diskusi tentang hasil percobaan.

d.   Kegiatan akhir (10 menit )

–          Siswa menyimpulkan hasil diskusi yang dipandu oleh guru.

–          Guru memberikan beberapa pertanyaan lisan kepada siswa berdasarkan materi yang sudah diberikan.

  1. Alat/bahan dan Sumber Belajar  : 

–        Alat dan bahan praktikum

–        Buku – buku kimia yang relevan.

  1. Penilaian
    1. Penilaian kognitif

      Nilai diperoleh dari pretest, hasil diskusi tentang hasil percobaan, dan laporan praktikum.

  1. Penilaian afektif

       Nilai didapat dari pengamatan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran berlangsung.

No

Nama Siswa

Aspek yang dinilai

Jumlah

Ket.

1 2 3 4    
1              
2              
3              
dst              
30              

Keterangan :

1 = Bekerjasama dalam kelompok prektek.

2 = Teliti dalam bekerja.

3 = Bertanggung jawab.

4 = Jujur dalam mengungkapkan hasil percobaan.

 

Nilai afektif   :   –  17-20    = A

                          –  13-16    = B

                          –   9-12     = C

                          –   5-8       = D

Skor                 : –   Amat baik   = 4

                          –   Baik            = 3

                          –   Cukup         = 2

                          –   Kurang        = 1

  1. Penilaian psikomotorik

No

Aspek

 

Nama Siswa

 

Cara mengukur larutan dalam gelas ukur Cara meneteskan larutan dengan pipet Cara memasukkan larutan dalam tabung reaksi Cara memasukkan logam dalam tabung reaksi Cara mengamati perubahan pada logam dan larutan Kebersihan dan kerapihan Jumlah skor Jumlah nilai

1

 

               

2

 

               

3

 

               

dst

 

               

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP)

 

Mata Pelajaran               :     Kimia

Kelas / Semester             :     X /2

Tahun Pelajaran              :     2011 / 2012

Alokasi Waktu               :     2 x 45 menit

Standar Kompetensi      :     Memahami sifat – sifat larutan non elektrolit dan elektrolit serta reaksi oksidasi – oksidasi.

Kompetensi Dasar          :     Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan penerapannya.

Indikator                        :     Menerapkan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan.

 

Pertemuan ke – 3

  1. Tujuan pembelajaran

       Tujuan Kognitif

–          Siswa dapat mengaplikasikan redoks dalam memecahkan masalah lingkungan.

Tujuan Afektif

Setelah melakukan proses pembelajaran diharapkan siswa dapat :

–         Menumbuhkan rasa percaya diri.

–         Berani mengemukakan pendapat.

–         Membangun rasa tanggung jawab atas pendapat yang dikemukakan.

  1. Materi pembelajaran

Aplikasi konsep reaksi redoks

Penerapan konsep larutan elektrolit dan konsep reaksi redoks yang sering digunakan dalam industri maupun kehidupan sehari-hari, yaitu aki (akumulator) dan baterai.

  1. Aki

       Aki adalah jenis baterai yang sering digunakan untuk kendaraan, seperti motor dan mobil. Aki bersifat praktis karena menghasilkan listrik yang cukup besar dan dapat diisi kembali. Sel aki terdiri dari anode timbal (Pb) dan katode timbal oksida (PbO2), yaitu zat padat yang dicelupkan dalam larutan elektrolit asam sulfat (H2SO4).

Berikut ini merupakan reaksi pada saat aki sedang digunakan.

Anode  : Pb(s) + HSO4(aq) → PbSO4(s) + H+(aq) + 2e

Katode : PbO2(s) + HSO4(aq) + 3H+(aq)  + 2e → PbSO4(s) + 2H2O(l)

             Pb(s) + PbO2(s) + 2HSO4(aq) + 2H+(aq) → 2PbSO4(s) + 2H2O(l)

       Apakah reaksi yang terjadi pada aki merupakan reaksi redoks? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan reaksi penggunaan aki berikut ini.

             Pb(s) + PbO2(s) + 2HSO4(aq) + 2H+(aq) → 2PbSO4(s) + 2H2O(l)

Biloks   0        +4                                                  +2

                                  Reaksi oksidasi

                                   

                                  Reaksi reduksi

       Aki 12 V terdiri atas 6 sel yang dihubungkan seri. Jika arus listrik aki digunakan (reaksi penggunaan aki) maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.

  1. Anode dan katode berubah menjadi zat yang sama, yaitu PbSO4. Jika permukaan kedua elektrode ditutupi endapan  PbSO4, berarti tidak ada selisih potensial. Pada kondisi tersebut aki perlu diisi kembali.
  2. Selama reaksi penggunaan aki berlangsung, H2SO4 yang diikat menghasilkan air sehingga konsentrasi asam sulfat dan massa jenis larutan berkurang.

Pada pengisian aki, elektrode Pb dihubungkan sebgab kutub negatif sehingga PbSO4 yang terdapat pada elektrode Pb direduksi. PbSO4 yang terdapat pada elektrode PbO2 mengalami oksidasi membentuk PbO2.

Reaksi pengisian aki adalah sebagai berikut.

              Katode (elektrode Pb)

                           PbSO4(s) + H+(aq) + 2e → Pb(s) + HSO4(aq)

                   Anode (elektrode PbO2)

                           PbSO4(s) + 2H2O(l) → PbO2(s) + HSO4(aq) + 3H+(aq) + 2e

                           2PbSO4(s) + 2H2O(l) → Pb(s) + PbO2(s) + 2 HSO4(aq) + 2H+(aq)

 

                           2PbSO4(s) + 2H2O(l) → Pb(s) + PbO2(s) + 2 HSO4(aq)+ 2H+(aq)

   biloks      +2                              0         +4

                                       reaksi reduksi

                                       reaksi oksidasi

       Bagaimana jika PbSO4 (aq) berperan sebagai oksidator dan reduktor sekaligus, seperti reaksi di atas? Reaksi tersebut dinamakan reaksi autoredoks atau disproporsionasi.

  1. Baterai

       Baterai ditemukan oleh Leclanche pada tahun 1866. Baterai terdiri atas suatu silindes seng yang berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C), dan sedikit air. Seng (Zn) yang digunakan sebagai bahan silinder berfungsi sebagai anode, sedangkan katodenya menggunakanel ektrode inert, yaitu grafit (C). Grafit (C) dicelupkan pada bagian tengah pasta. Pasta berfungsi sebagai oksidator.

Reaksi-reaksi yang terjadi secara garis besar, yaitu

Anode  Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e

Katode 2MnO2(s) + 2NH4+(aq) + 2e → Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + H2O(l)

       Zn(s) + 2MnO2(s) + 2NH4+(aq) → Zn2+(aq) + Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + H2O(l)

Perubahan biloks yang terjadi pada reaksi di atas sebagai berikut.

       Zn(s) + 2MnO2(s) + 2NH4+(aq) → Zn2+(aq) + Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + H2O(l)

        0             +4                                     +2              +3

                             Reaksi oksidasi

                                            Reaksi reduksi

 

  1. Metode pembelajaran           :

–          Ceramah

–          Pemberian tugas

  1. Langkah – langkah pembelajaran
    1. Kegiatan awal
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi waktu
Guru menciptakan suasana kelas yang religius dengan memberi salam pembuka, berdoa bersama siswa sebelum melakukan pelajaran, serta mengecek kehadiran siswa. Siswa menjawab salam dari guru dan ikut berdoa. 1 menit
Apersepsi : Guru bertanya kepada siswa tentang Alessandro Volta. Guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

 

 

3 menit
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan pada pertemuan ini secara komunikatif. Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. 1        menit

 

  1. Kegiatan inti
Nama Kegiatan Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
Eksplorasi Guru memberikan pertanyaan tentang akumulator kepada siswa yang ditunjuk.  

5 menit

Elaborasi Guru menjelaskan tentang aplikasi/penerapan reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari sebagai contoh yaitu dalam sel aki (akumulator) dan baterai.

Siswa mendalami pemahaman tentang aplikasi reaksi redoks dalam akumulator dan baterai.

Guru memeriksa/mengontrol apakah siswa telah berhasil mengerjakan latihan soal dengan cara memberi umpan balik terhadap apa yang telah dikerjakan oleh siswa sebagai pengukur tingkat pemahaman siswa.

ssxx

 

 

 

 

 

 

 

 

 

50 menit

Konfirmasi Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.

Guru menjawab pertanyaan siswa.

 

 

15    menit

 

 

 

       c.  Kegiatan akhir

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang pembelajaran yang telah dilakukan secara komunikatif. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang pembelajaran yang telah dilakukan. 4 menit
Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa. Untuk memperdalam materi tentang lumpur aktif. Siswa menulis tugas yang diberikan guru untuk pekerjaan rumah. 10 menit
Guru memberitahukan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya secara komunikatif. Siswa mendengarkan dengan seksama.
Guru menutup kelas dengan mengucapkan salam. Siswa menjawab salam dari guru. 1 menit

 

  1. Alat/bahan dan Sumber Belajar  :
  • Buku Kimia kelas X dan buku – buku kimia yang relevan.
  1. Penilaian   
    1. Penilaian kognitif

            Nilai diperoleh dari mengerjakan LKS, dan hasil evaluasi masing-masing siswa setelah pembelajaran.

  1. Penilaian afektif

       Nilai didapat dari pengamatan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran berlangsung.

No

Nama Siswa

Aspek yang dinilai

Jumlah

Ket.

1 2 3    
1            
2            
3            
dst            
30            

Keterangan :

1 = Mengajukan pertanyaan

2 = Berani mengemukakan pendapat.

3 = Bertanggung jawab atas pendapat yang dikemukakan

Nilai afektif :   –  17-20    = A

                        –  13-16    = B

                        –   9-12     = C

                        –   5-8       = D

Skor               : –   Amat baik   = 4

                        –   Baik            = 3

                        –   Cukup         = 2

                        –   Kurang        = 1

 

  1. Evaluasi
  2. Reaksi sel aki berikut ini

Pb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4(l)               2PbSO4(l) + 2H2O(l)

dapat dikatakan bahwa …

  1. Pb berfungsi sebagai katode
  2. PbO2 berfungsi sebagai anode
  3. Pb mengalami peristiwa autoredoks
  4. H2SO4 berfungsi sebagai oksidator
  5. PbSO4 mengalami reaksi disproporsionasi
  6. Reaksi baterai berikut ini

Zn(s) + 2MnO2(s) + 2NH4+(aq) → Zn2+(aq) + Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + H2O(l)

Yang berperan sebagai oksidator adalah …

 

  1. Zn
  2. NH4+
  3. Mn2O3
  4. MnO2
  5. NH3

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran

Pengenalan Reaksi Redoks

Tujuan

Mengenal beberapa reaksi redoks antara logam dengan suatu larutan

Alat dan Bahan

Alat     : tabung reaksi besar 3 buah

Bahan  :

 

  1. Larutan CuSO4          10mL   
  2. Larutan AgNO3         10mL
  3. Larutan HCl              10mL
  4. Paku besi
  5. Lempeng Zn
  6. Kawat Cu


Petunjuk Kerja

  1. Siapkan 10mL larutan CuSO4, AgNO3, HCl. Masukkan larutan masing-masing ke dalam tabung reaksi.
  2. Masukkan sepotong lempeng Zn ke dalam larutan CuSO4.
  3. Masukkan kawat Cu ke dalam larutan AgNO3.
  4. Masukkan paku besi ke dalam larutan HCl.
  5. Amati yang terjadi pada logam dan larutan di atas. Catat hasilnya pada tabel pengamatan di bawah ini.

 

Tabel Hasil Pengamatan

No

Sebelum reaksi

Sesudah reaksi

Logam

Larutan

Perubahan pada logam

Perubahan pada larutan

Zat lain yang terjadi

1

Zn

CuSO4

…………

…………

…………

2

Cu

AgNO3

…………

…………

…………

3

Fe

HCl

…………

…………

…………

 

Pertanyaan (diskusikan)

  1. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi
  2. Berdasarkan konsep redoks (pelepasan dan penangkapan elektron), apakah ketiga reaksi tersebut termasuk reaksi redoks ?
  3. Manakah yang bertindak sebagai oksidator dan reduktor dalam ketiga reaksi tersebut ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s