Koligatif

RENCANA  PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN

KOLIGATIF – 1

 

Nama Sekolah           : 

Mata Pelajaran          :  Kimia

Kelas / Semester        :  XII IPA / 1

Standar Kompetensi:  1.       Menjelaskan sifat- sifat koligatif larutan non-elektrolit dan               elektrolit

Kompetensi dasar     :  1.1.   Menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih,                                            penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk                                                 sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektrolit

 

Indikator Pencapaian Kompetensi: 

1.      Menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit dan larutan elektrolit.

2.      Menghitung konsentrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol).

3.      Menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut

4.      Menghitung tekanan uap larutan berdasarkan data percobaan

 

Tujuan:

1.      Kognitif

Siswa dapat,

1.      Menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit dan larutan elektrolit.

2.      Menghitung konsentrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol).

3.      Menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut dan titik didih larutan

  1. 2.      Afektif
    1. Peserta dapat aktif menjawab dalam kegiatan tanya jawab langsung
    2. Siswa mendengakan penjelasan guru dengan baik
    3. Siswa dapat menghargai pendapat dari siswa lain

 

  1. 3.      Psikomotorik
    1. Siswa dapat membuat

Materi Ajar    :          

  1. Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yang semua komponen larutannya dinyatakan berdasarkan mol. Molalitas didefinisikan dengan persamaan berikut:

 

 

  1. Molalitas (kemolalan) adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg (1000 gram) pelarut. Molalitas didefinisikan dengan persamaan berikut:

 

 

      Keterangan :

m = molalitas larutan (mol / kg)

n = jumlah mol zat terlarut (g / mol)

P = massa pelarut (g)

  1. Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi pertikel zat terlarutnya. Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis, yaitu sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit.
  2. Bila ke dalam air ditambahkan zat terlarut, maka partikel-partikel zat terlarut akan menghalangi penguapan pelarut, akibatnya terjadi penurunan tekanan uap
  3. Penambahan zat terlarut dalam pelarut akan menaikkan titik didih, sehingga titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murninya

Metode pendekatan:

  • Penyampaian informasi
  • Diskusi
  • Penugasan

 

Alokasi Waktu

o   6 Jam pelajaran (3 kali pertemuan)

 

Strategi Pembelajaran

Tatap Muka

Terstruktur

Mandiri

  • Menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan non elektrolit dan elektrolit.
  • Menghitung konsentrasi suatu larutan ( kemolalan, kemolaran dan fraksi mol).
  • Siswa dapat Menghitung konsentrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol).
   

 

Skenario Pembelajaran

Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)

Materi ajar:

  1. Fraksi mol menyatakan perbandingan jumlah mol suatu zat dengan jumlah mol seluruh zat dalam larutan
  2. Kemolalan menyatakan banyaknya mol zat terlarut tiap 1.000 gram pelarut

Kegiatan awal (15 menit)

o   Salam pembuka

o   Memeriksa kehadiran siswa

o   Apersepsi / motivasi

Kegiatan Inti (70 menit)

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

o   Membahas pengertian sifat koligatif

Elaborasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

o   Membahas kemolalan dan fraksi mol

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

o   Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui

o   Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.

Kegiatan Akhir (5 menit)

o   Menyimpulkan arti sifat koligatif

o   Memberi tugas untuk pertemuan berikutnya

 

Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)

Materi Ajar:

  1. Sifat koligatif larutan merupakan sifat fisika larutan yang hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan tidak tergantung pada jenis zat terlarut
  2. Bila ke dalam air ditambahkan zat terlarut, maka partikel-partikel zat terlarut akan menghalangi penguapan pelarut, akibatnya terjadi penurunan tekanan uap
  3. Penambahan zat terlarut dalam pelarut akan menaikkan titik didih, sehingga titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murninya

Kegiatan awal (5 menit)

o   Salam pembuka

o   Memeriksa kehadiran siswa.

o   Memeriksa PR sepintas.

Kegiatan Inti (80 menit)

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

o   Membahas PR (30 menit)

Elaborasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

o   Membahas tekanan uap larutan

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

o   Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui

o   Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.

Kegiatan Akhir (5 menit)

o   Menyimpulkan tekanan uap larutan

o   Mengingatkan siswa untuk mengerjakan soal uji kompetensi

o   Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya  

Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)

Kegiatan awal (5 menit)

o   Salam pembuka

o   Memeriksa kehadiran siswa.

o   Memeriksa PR, mencatat siswa yang tidak mengerjakan.

Kegiatan Inti (80 menit)

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

o   Membahas soal uji kompetensi (10 menit)

Elaborasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

o   Ulangan (50 menit)

o   Membahas soal ulangan (10 menit)

o   Membahas pelajaran berikutnya (10 menit)

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

o   Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui

o   Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.

Kegiatan Akhir (5 menit)

o   Menyampaikan tugas untuk pertemuan berikutnya

 

Alat / Bahan / Sumber Belajar :

o   Buku Kimia; LKS, multimedia.

 

Penilaian:

  • Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
  • Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis
  • Instrumen/soal:
  1. 30 gram zat organik tersusun dari 40% massa karbon, 6,6 % hidrogen dan sisanya oksigen. Zat tersebut bila dilarutkan dalam 500 gram air ternyata membeku pada suhu 1,25oC. (Ar C = 12, H = 1, O = 16, kf = 1,86). Tentukan: a. Rumus empiris b. Mr zat organik c. Rumus molekul
  2. Suatu larutan glukosa (Mr = 180) mengandung 20% glukosa. Berapakah titik didih larutan tersebut? (Ar H = 1, O = 16, kb air = 0,52)
  3. 50 gram zat X dilarutkan dalam 900 gram air (Mr H2O = 18), ternyata tekanan uap larutan menjadi 755 mmHg. Jika tekanan uap air murni sebesar 760 mmHg, tentukan massa molekul relatif zat X!
  4. 1.333,3 gram suatu zat nonelektrolit dilarutkan dalam 5 liter air mengalami kenaikan titik didih 0,4oC. Bila kb air = 0,513, berapakah Mr zat tersebut?
  5. Apkah yang dimaksud dengan sifat koligatif larutan?

 

 

 

 

RENCANA  PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN

KOLIGATIF – 2

 

Mata Pelajaran          :  Kimia

Kelas / Semester        :  XII IPA / 1

Standar Kompetensi :  1.      Menjelaskan sifat- sifat koligatif larutan non-elektrolit dan                           elektrolit

Kompetensi dasar     :  1.1.  Menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektrolit

1.2. Membandingkan antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan sifat koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan

Indikator Pencapaian Kompetensi: 

1.      Menganalisis diagram PT untuk menafsirkan penurunan tekanan uap, penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan

2.      Menjelaskan pengertian osmosis dan tekanan osmosis serta terapannya

3.      Menghitung tekanan osmosis larutan non elektrolit

4.      Menganalisis data percobaan untuk membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dan non  elektrolit

Tujuan:

Kognitif

Siswa dapat,

1.      Menganalisis diagram PT untuk menafsirkan penurunan tekanan uap, penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan

2.      Menjelaskan pengertian osmosis dan tekanan osmosis serta contoh terapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri.

3.      Menghitung tekanan osmosis larutan non elektrolit

4.      Siswa dapat menyimpulkan sifat osmosis larutan dari kegiatan percobaan

5.      Menentukan sifat koligatif larutan elektrolit.

Afektif

Siswa dapat,

  1. Mengerjakan Pekerjaan Rumah yang diberikan dengan baik
  2. Peserta dapat aktif menjawab dalam kegiatan tanya jawab langsung
  3. Siswa dapat aktif dalam kegiatan percobaan

Psikomotorik

Siswa dapat,

1.      Dapat menyiapkan perangkat dan bahan praktikum dengan baik

2.      Dapat membedakan warna pelarut murni dan warna larutan garam berwarna

Materi Ajar :

  1. 1.     Tekanan osmosis larutan

Osmosis adalah peristiwa mengalirnya molekulmolekul pelarut ke dalam larutan secara spontan melalui selaput semipermeabel, atau peristiwa mengalirnya molekul-molekul zat pelarut dari larutan yang lebih encer ke larutan yang lebih pekat. Proses osmosis terdapat kecenderungan untuk menyetimbangkan konsentrasi antara dua larutan yang saling berhubungan melalui membran.

Peristiwa osmosis

Keterangan:
A = larutan gula
B = selaput semipermeabel
C = air

Perhatikan peristiwa osmosis pada gambar diatas . Gambar tersebut menunjukkan osmometer yang diisi larutan gula, kemudian dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air, ternyata permukaan larutan gula pada osmometer naik. Akan tetapi, jika di atas torak diberi beban tertentu, maka aliran air ke dalam osmometer dapat dicegah. Gaya yang diperlukan untuk mengimbangi desakan zat pelarut yang mengalir melalui selaput semipermeabel ke dalam larutan disebut tekanan osmosis larutan.

Pengimbangan tekanan osmosis
Keterangan:

A = larutan gula
B = selaput semipermeabel
C = air

Hubungan tekanan osmosis dengan kemolaran larutan oleh Van’t Hoff dapat dirumuskan sebagai berikut.

π = MRT

Keterangan:
π = tekanan osmosis (atm)
M = molaritas (mol/liter)
T = suhu mutlak (K)
R = ketetapan gas (0,082) L.atm.mol–1K–1
Hukum Van’t Hoff ini hanya berlaku pada larutan nonelektrolit.

Diagram Fase (PT)

  •  Menyatakan  batas – batas suhu dan tekanan di mana suatu fase dapat stabil.
  • Suatu cairan mendidih  pada saat tekanan uap  jenuhnya  sama dengan tekanan permukaan
  • Oleh karena larutan mempunyai tekanan uap lebih rendah, maka larutan mempunyai  titik didih  lebih tibggi daripada pelarutnya.

 

 

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Pada konsentrasi yang sama, sifat koligatif larutan elektrolit memliki nilai yang lebih besar daripada sifat koligatif larutan non elektrolit. Zat elektrolit ada yang sebagian atau seluruhnya menjadi ion ion jadi untuk konsentrasi yang sama, larutan elektrolit mengandung jumlah partikel yang lebih banyak daripada larutan nonelektrolit. Oleh karena itu larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif lebih besar daripada sifat koligatif larutan nonelektrolit,    Banyaknya partikel zat terlarut hasil reaksi ionisasi larutan elektrolit dirumuskan dalam faktor Van’t Hoff.

 

Harga i dari berbagai jenis larutan dari berbagai konsentrasi berbeda-beda. Satu mol zat nonelektrolit dalam larutan menghasilkan satu mol (6,02×1023) partikel. Sedangkan satu mol zat elektrolit tipe ion, seperti NaCl, menghasilkan, menghasilkan satu mol ion Na+ dan satu mon ion Cl-. Satu mol K2SO4 menghasilkan 2 mol ion K+ dan satu mol ion SO42-. Secara teoritis, larutan NaCl akan mempunyai penurunan titik beku da kali lebih besar larutan urea (mempunyai harga i=2) sedangkan larutan K2SO4 tiga kali lebih besar (i=3).

Harga i dari elektolit tipe kovalen ternyata lebih bervariasi, bergantung padakekuatan elektrolit itu. Elektrolit lemah mempunyai harga i mendekati satu, sedangkan elektrolit mempunyai harga i yang mendekati harga teoritisnya.

Hubungan harga i dengan persen ionisasi (derajat ionisasi) dapat diturunkan sebagai berikut. Misalkan konsentrasi larutan adalah M molar, dan derajat ionisasi adalah jumlah elektrolit yang mengion adalah Ma

α =

jumlah yang mengion = jumlah mula-mula x α

                                    = Mα

 

Perhitungan sifat koligatif larutan elektrolit selalu dikalikan dengan faktor Van’t Hoff :

 

Keterangan :

= faktor Van’t Hoff

n = jumlah koefisien kation

= derajat ionisasi

 

 

Metode pendekatan:

  • Penyampaian informasi.
  • Penugasan

Alokasi Waktu

  • 3 Jam Pelajaran

 

Skenario Pembelajaran

Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)

 

Kegiatan awal (5 menit)

o   Salam pembuka

o   Memeriksa kehadiran siswa

o   Apersepsi / motivasi

Pada tahap ini siswa dijelaskan mengenai sifat

Kegiatan Inti (80 menit)

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

o   Menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan

Elaborasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

o   Melakukan diskusi kelas untuk membahas diagram fasa sesuai

o   Melakukan diskusi kelas untuk membahas osmosis dan tekanan osmosis

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

o   Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui

o   Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.

Kegiatan Akhir (5 menit)

o   Menyimpulkan diagram fasa, osmosis dan tekanan osmosis

o   Memberi PR

Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)

Materi ajar:

o   Sifat koligatif  larutan elektrolit dan pembandingnya terhadap larutan non elektrolit

Kegiatan awal (5 menit)

o   Salam pembuka

o   Memeriksa kehadiran siswa

o   Apersepsi / motivasi (ada pada LKS)

Kegiatan Inti (40 menit)

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

o   Menganalisis data percobaan untuk membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dan non  elektrolit.

Elaborasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

o   Melakukan diskusi kelas untuk membahas sifat koligatif larutan elektrolit (40 menit)

o   Membahas soal-soal uji kompetensi dalam buku kimia (40 menit)

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

o   Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui

o   Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.

Kegiatan Akhir (5 menit)

o   Menyimpulkan sifat koligatif larutan elektrolit

o   Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya.

 

Alat / Bahan / Sumber Belajar :  

      Buku Kimia, multimedia, Laboratorium.

 

Pertemuan Ketiga: (1 jam pelajaran)

Materi ajar:

o   Praktikum tekanan osmotik

Kegiatan awal (5 menit)

o   Salam pembuka

o   Memeriksa kehadiran siswa

o   Memerika PR, mencatat siswa yang tidak mengerjakan.

Kegiatan Inti (35 menit)

Eksplorasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

o   Menjelaskan tentang terjadinya proses osmosis dalam membran semipermeabel (dalam hal ini wortel)

Elaborasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

o   Mendemonstrasikan proses osmosis pada membran semipermeabel wortel.

Rancangan Percobaan:

Alat dan bahan:

Wortel,larutan garam, air murni, pisau, stopper, pipa kapiler, gelas beker

Langkah kerja:

  • Ambil satu buah wortel besar dan lubangi tengahnya,
  • Isi lubang tadi dengan larutan garam berwarna,
  • Letakkan stopper dan pipa kapiler di atas wortel,
  • Letakkan wortel di dalam gelas beker berisi air murni,
  • Perhatikan apa yang terjadi dengan permukaan larutan garam

Data pengamatan

No. Dalam Beker glass Lubang wortel
Sebelum wortel masuk Sesudah wortel masuk Sebelum wortel masuk Sesudah wortel masuk
Ketinggian Larutan        
Warna larutan        
Waktu        

Pertanyaan:

  1. Apa yang terjadi ketika wortel dimasukkan dalam beberapa saat?
  2. Mengapa terjadi perubahan warna dan pertambahan volume?
  3. Simpulkan hasil dari percobaan tadi dengan tekanan osmotik larutan!

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

o   Menyimpulkan tentang hasil percobaan tekanan osmosis.

o   Guru menerangkan proses osmosis yang umum terjadi pada kehidupan sehari-hari

Kegiatan Akhir (5 menit)

o   Meminta siswa untuk membuat hasil dan kesimpulan praktikum,

Alat / Bahan / Sumber Belajar : 

      Buku Kimia; LKS, multimedia, Laboratorium.

 

Penilaian:

  • Teknik/jenis : kuis, tugas individu, dan percobaan
  • Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis

Soal

  1. Tentukan tekanan osmosis larutan C12H22O11
    0,01 M pada suhu 25 °C?
  2. Satu liter larutan mengandung 45 gram zat X. Pada
    suhu 27 °C, larutan tersebut mempunyai tekanan osmosis
    3,24 atm. Tentukan massa molekul relatif zat
    tersebut!
  3. tekanan osmosis dari 500 mL larutan yang mengandung 17,1 g gula (Mr gula = 342) pda suhu 27ºC adalah…(R=0,082 L atm/mol K)
  4. hitunglah tekanan osmotik 5,85 g NaCl dalam 250cm3 larutan pada suhu 27 ºC.
  5. Perhatikan diagram PT air berikut.

 

Apabila air pada titik tripelnya dinaikkan suhunya pada tekanan tetap, maka perubahan yang terjadi adalah…

A. mencair 
B. menyublim  
C. membeku 
D.             menyublim dan menguap 
E.  mencair dan menguap

 

  1. Perhatikan diagram PT perubahan fasa suatu zat berikut. Bila suhu diubah dari 800 C menjadi 200 C dan tekanan diubah dari 1 atm menjadi 0,5 atm, maka perubahan fasa yang terjadi adalah….

 
A.    padat menjadi cair 
B.     cair menjadi gas 
C.     gas menjadi padat 
D.    cair  menjadi padat 
E.     cair menjadi cair

 

  1. 7.      Bagaimanakah hubungan konsentrasi larutan dengan8.      Hitunglah kemolalan larutan cuka yang mengandung 24% massa CH­3COOH (Ar H= 1 , C = 12, O = 16)
    1. a.      Tekanan uap larutan?
    2. b.      Penurunan tekanan uap larutan?
  2. 9.      Suatu senyawa organik mempunyai rumus empiris CH2O. Larutan 9 gram senyawa itu dalam 100 gram air membeku pada 0,93oC. Tentukan rumus molekul senyawa tersebut (Ar H= 1 , C = 12, O = 16)
  3. 10.  Satu gram MgCl2dilarutkan dalam 500 gram air. Tentukanlah:
    1. Titik didih,
    2. Titik beku, dan
    3. Tekanan osmotik larutan itu pada 25oC jika derajat ionisasi = 0,9

(Kb air = 0,52oC m-1; Kf  air = 1,86o C m-1; Ar Mg = 24 Cl = 35,5)

 

Indikator Nilai
Perpindahan partikel pelarut dari pelarut murni ke larutan yang lebih pekat disebut osmosis.

Perpindahan partikel terjadi karena perbedaan konsentrasi antara dua larutan.

Perbedaan ketinggian antara larutan garam dengan pelarut murni disebut tekanan osmosis

 

3

 

3

 

3

Jumlah nilai 9

 

 

2012

Mengetahui

Kepala Sekolah                                                                     Guru Mata Pelajaran

 

 

 

                                               

NIP.                                                                                         NIP.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s